navigasi

Showing posts with label Computer. Show all posts
Showing posts with label Computer. Show all posts

12 April 2016

Tutorial Sederhana Menganalisa Kerusakan Computer

Berikut ini Tutorial sederhana menganalisa suatu kerusakan pada computer menurut pengalaman saya pribadi di lapangan. Langkah-langkah berikut ini juga bisa diterapkan pada laptop atau netbook.

Mati Total
Langkah pertama, yang kita harus lakukan untuk memperbaiki computer yang mati total yaitu memastikan adanya arus listrik yang masuk kedalam power supply. Gunakan testpen untuk mengecek ketersediaan daya di stop kontak. Kalau sumber daya ada coba ganti kabel data. Setelah dipastikan power supply sudah dapat arus listrik tapi computer belum baik juga ikuti langkah kedua:
Langkah kedua, coba cek arus dc/output dari power supply dengan menggunakan AVO meter. Agar power supply bisa di cek arus dcnya hubungkan kabel hijau(power on) dan hitam(ground) (gunakan kawat untuk menghubungkan kedua kabel tersebut) lihat gambar dibawah ini:


Semua kabel hitam(ground) nilai tegangan : 0
Kabel kuning: 12 volt
Kabel jingga tua: 3.3 volt
Merah: 5 volt
Nilai tegangan di atas hasilnya biasanya tidak sama persis, asal mendekati atau lebih sedikit, bisa disimpulkan power supply tersebut masih bagus dan berarti kerusakan ada dikomponen lain. Tapi kalau nilai tegangan power supply terlalu rendah atau tidak ada sama sekali bisa disimpulkan power supplynya rusak ganti dengan yang baru. Untuk teknisi pemula saya tidak merekomendasikan untuk memperbaiki power supply yang rusak  lebih baik ganti dengan yang baru.

Pesan Error
Kalau ada pesan error: Hardisk Error, Hardisk not Found, Hardisk Not Detected atau sejenisnya bisa dipastikan 99% hardisk yang rusak.
Kalau pesan error: Cmos Setting Error, Cmos Battery Low, Cmos Wrong atau sejenisnya itu berarti battery cmos rusak/lemah ganti dengan yang baru.

Pemeriksaan Komponen
Pemeriksaan komponen ini biasanya saya lakukan ketika memperbaiki computer yang tidak ada tampilan sama sekali di layar monitor dan power supply output baik/normal. Caranya yaitu dengan melepas komponen satu persatu. Pertama lepas kabel power dari stop kontak, lepas casing cpu, dan lepas ram, kemudian pasang kembali kabel power ke stop kontak, nyalakan dan perhatikan ada tampilan gak di layar monitor. Kalau belum ada tampilan, ulangi langkah diatas dengan melepas komponen yang lain sampai tinggal motherboard dan processor yang terhubung ke power supply. Kalau salah satu komponen di lepas dan ada tampilan di layar monitor, bisa dipastikan komponen yang baru dilepas tersebut yang rusak. Cara ini tidak selalu berhasil, tapi paling tidak kita sudah berusaha. 
Catatan: sebelum kita melepas salah satu komponen di cpu, pastikan kabel power yang terhubung ke stop kontak sudah dilepas. Selamat mencoba…

27 June 2015

Ciri Ciri Hardisk Yang Akan Rusak

Secara umum ciri ciri hardisk yang akan rusak sebenarnya bisa diprediksi, meskipun sulit bagi kita untuk bisa menebak secara pasti umur dari sebuah hardisk karena pemakain hardisk setiap orang berbeda-beda dan banyak faktor lain yang mempengaruhi umur dari hardisk seperti pemakain yang terus menerus, ketidak stabilan power supply atau sumber daya dan lain-lain.  Tapi alangkah baiknya bila kita tahu ciri ciri sebuah hardisk yang akan rusak jadi kita bisa/sempat membackup data yang ada dihardisk tersebut. Berikut ini ciri ciri hardisk yang akan rusak:

1. Usia, Umumnya hardisk yang diatas 3 tahun bisa dikatakan sudah tua karena biasanya hardisk untuk sebuah netbook/laptop/desktop bisa bertahan sekita 1 sampai 5 tahun(bisa saja lebih dari lima tahun), dua hardisk saya di dua netbook berbeda mati hampir secara bersamaan setelah masuk ke tahun kelima dengan pemakain rata-rata 7 jam perhari. Jadi setelah usia hardisk Anda diatas 3 tahun rajin-rajin lah untuk membackup data sebelum hardisk Anda rusak/mati.

2. Suara Hardisk lebih bising dari biasanya, hardisk yang akan rusak juga akan mengeluarkan suara yang lebih bising dari pada biasanya. Kalau itu terjadi, segeralah backup data Anda dan jangan sampai menunda-nunda untuk membuat data cadangan.

3. Performa Hardisk menurun, bila kita mengopi data dari hardisk ke media lain tapi prosesnya lambat bisa dipastikan performa hardisk Anda menurun dan ini juga salah satu tanda tanda kalau hardisk akan segera rusak.

4. Hardisk kadang di kenali kadang tidak di system windows pada waktu start up, ini adalah ciri ciri terburuk yang menandakan kalau hardisk akan segera rusak. Kalau Anda mengalami ciri ciri hardisk seperti ini, sebaiknya pindahkan segera data dari hardisk tersebut ke media lain. Dan kalau ciri-cirinya sudah seperti ini saya menganjurkan untuk melepas hardisk tersebut dan gunakanlah external kabel usb untuk memindahkan data ke hardisk atau komputer lain. Kalau kita tetap memaksakan untuk membackup data dari komputer tersebut, takutnya nanti proses start up windows tidak sampai selesai dan kita mau tidak mau harus mematikan komputer secara paksa, hal ini secara otomatis memperparah kondisi hardisk yang ada di komputer tersebut.

Demikianlah beberapa ciri ciri hardisk yang  akan rusak menurut pengalaman saya pribadi. Tapi disini saya menganjurkan untuk membackup data secara berkala meskipun hardisk Anda masih baru. Hal ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan data penting. Sebenarnya kalau data kita hilang cuma karena kehapus, ini masih mudah bagi kita untuk mendapatkan kembali data-data tersebut pakai software data recovery. Tapi kalau hardisk yang kita miliki mati maka sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan data kita kembali (bahkan  bisa saja tidak mungkin).

Dibawah ini gambar ilustrasi hardisk yang kondisinya masih baik:



25 April 2015

Setting Jaringan LAN Di Windows 98 ME Dan 7

SETTING WINDOWS 7 SEBAGAI SERVER
1. Klik My Computer > Properties > Advanced System Settings > Computer Name
2. Computer Description : PC1
3. Klik Change /Isi Workgroup: MCSH_LAB
4. Isi Computer Name : PC1
5. Double Klik My Computer, Klik kanan Network > Klik Properties > Klik Change Adapter Settings > Klik Kanan Local Area Network > Klik Properties
6. Pilih Internet Protocol Version 4(TCP/Ipv4) > Klik Properties.
7. Pada tab General pilih : Use the following IP address.
8. IP Address : 192.168.0.1
9. Subnet Masknya: 255.255.255.0
10. Default Gateway : 192.168.0.1
11. Klik Use the following DNS Server Addresses.
12. Isi Preferred DNS Server : 192.168.0.1
13. Klik Advanced.
14. Di tab IP Setting, seharusnya sudah ada:
15. IP Address : 192.168.0.1
16. Subnet mask : 255.255.255.0
17. Gateway : 192.168.0.1
18. Metric : Automatic
19. Klik DNS.
20. DNS server addresses, in order of use : 192.168.0.1
21. Append these DNS suffixes (in order) Klik Add : 192.168.0.1
22. DNS suffix for this connection Isi : 192.168.0.1
23. Beri tanda check mark pada: Register this connection’s addresses in DNS.
24. Beri tanda check mark pada: Use this connection’s DNS suffix in DNS registration. Klik Tab WINS.
25. WINS addresses, in order of use: : 192.168.0.1
26. Di tab ini kita tidak perlu merubah apapun.
27.Klik OK, dan OK sekali lagi.
28. Selesai.
Video Tutorial Cara Setting LAN Windows 7 Sebagai Server Klik Disini

SETTING WINDOWS 7 SEBAGAI CLIENT
1. Klik My Computer > Properties > Advanced System Settings > Computer Name
2. Computer Description : PC2
3. Klik Change /Isi Workgroup: MCSH_LAB
4. Isi Computer Name : PC2
5. Double Klik My Computer, Klik kanan Network > Klik Properties > Klik Change Adapter Settings > Klik Kanan Local Area Network > Klik Properties
6. Pilih Internet Protocol Version 4(TCP/Ipv4) > Klik Properties.
7. Pada tab General pilih : Use the following IP address.
8. IP Address : 192.168.0.2
9. Subnet Masknya : 255.255.255.0
10. Default Gateway : 192.168.0.1
11. Klik Use the following DNS Server Addresses.
12. Isi Preferred DNS Server : 192.168.0.1
13. Klik Advanced.
14. Di tab IP Setting, seharusnya sudah ada:
15. IP Address : 192.168.0.2
16. Subnet mask : 255.255.255.0
17. Gateway : 192.168.0.1
18. Metric : Automatic
19. Klik DNS.
20. DNS server addresses, in order of use : 192.168.0.1
21. Append these DNS suffixes (in order) Klik Add : 192.168.0.1
22. DNS suffix for this connection Isi : 192.168.0.1
23. Beri tanda check mark pada: Register this connection’s addresses in DNS.
24. Beri tanda check mark pada: Use this connection’s DNS suffix in DNS registration. Klik Tab WINS.
25. WINS addresses, in order of use: 192.168.0.1
26. Di tab ini kita tidak perlu merubah apapun.
27. Klik OK, dan OK sekali lagi.
28. Selesai.
Video Tutorial Cara Setting Windows 7 Sebagai Client Klik Disini

SETTING WINDOWS XP SEBAGAI SERVER
1. Klik My Computer > Properties > Computer Name.
2. Computer Description : PC1
3. Klik Network ID /Isi Workgroup Name : MCSH_LAB
4. Klik kanan My Network Places > Klik Properties. Local Area Connection > Klik Properties
5. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) > Klik Properties.
6. Pada tab General pilih : Use the following IP address.
7. IP Address : 192.168.0.1
8. Subnet Masknya : 255.255.255.0
9. DNS : 192.168.0.1
10. Klik Use the following DNS Server Addresses.
11. Isi Preferred DNS Server : 192.168.0.1
12. Klik Advanced.
13. Di tab IP Setting, seharusnya sudah ada:
14. IP Address : 192.168.0.1
15. Subnet mask : 255.255.255.0
16. Gateway : 192.168.0.1
17. Metric : Automatic
18. Klik DNS.
19. DNS server addresses, in order of use : 192.168.0.1
20. Append these DNS suffixes (in order) : 192.168.0.1
21. DNS suffix for this connection Klik Add : 192.168.0.1
22. Beri tanda check mark pada: Register this connection’s addresses in DNS.
23. Beri tanda check mark pada: Use this connection’s DNS suffix in DNS registration.
24. Klik tab WINS.
25. WINS addresses, in order of use : 192.168.0.1
26. Di tab ini kita tidak perlu merubah apapun.
27. Klik OK, dan OK sekali lagi.
28. Selesai.

SETTING WINDOWS XP SEBAGAI CLIENT
1. Klik My Computer > Properties > Computer Name.
2. Computer Description : PC2
3. Klik Network ID /Isi Workgroup Name : MCSH_LAB
4. Klik kanan My Network Places > Klik Properties. Local Area Connection > Klik Properties
5. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) > Klik Properties.
6. Pada tab General pilih : Use the following IP address.
7. IP Address : 192.168.0.2
8. Subnet Masknya : 255.255.255.0
9. DNS : 192.168.0.1
10. Klik Use the following DNS Server Addresses.
11. Isi Preferred DNS Server : 192.168.0. 1
12. Klik Advanced.
13. Di tab IP Setting, seharusnya sudah ada:
14. IP Address : 192.168.0.2
15. Subnet mask : 255.255.255.0
16. Gateway: 192.168.0.1
17. Metric : Automatic
18. Klik DNS.
19. DNS server addresses, in order of use : 192.168.0.1
20. Append these DNS suffixes (in order) : 192.168.0.1
21. DNS suffix for this connection Klik Add : 192.168.0.1
22. Beri tanda check mark pada: Register this connection’s addresses in DNS.
23. Beri tanda check mark pada: Use this connection’s DNS suffix in DNS registration.
24. Klik tab WINS.
25. WINS addresses, in order of use : 192.168.0.1
26. Di tab ini kita tidak usah merubah apapun.
27. Klik OK, dan OK sekali lagi.
28. Selesai.

SETTING WINDOWS ME SEBAGAI SERVER
1. Klik kanan My Network Places > Klik Properties.
2. Klik tab Indentification.
3. Computer name : PC1
4. Workgroup : MCSH_LAB
5. Klik File and Print Sharing
6. Beri tanda check mark pada: I want to be able to give others access to my files dan I want to be able to allow others to print to my printer(s).
7. Pilih Internet Protocol TCP/IP (home) nama kartu jaringan > Klik Properties.
8. Pada tab Ip Address : Specify an IP address.
9. IP Adress : 192.168.0.1
10. Subnet Masknya : 255.255.255.0
11. DNS configuration: Enable DNS.
12. Host : Gateway
13. DNS Server Search Order : 192.168.0.1
14. Domain Suffix Search Order : 192.168.0.1
15. Klik tab Gateway: New gateway : 192.168.0.1
16. Klik tab WINS Configuration: Enable : 192.168.0.1
17. Klik tab Binding: Beri tanda check mark pada Client for Microsoft Networks dan File and prnter sharing for microsoft network.
18. Klik OK, dan OK sekali lagi.
19. Restart.
20. Selesai

SETTING WINDOWS ME SEBAGAI CLIENT
1. Klik kanan My Network Places > Klik Properties.
2. Klik tab Indentification.
3. Computer name : PC2
4. Workgroup : MCSH_LAB
5. Klik File and Print Sharing
6. Beri tanda check mark pada: I want to be able to give others access to my files dan I want to be able to allow others to print to my printer(s).
7. Pilih Internet Protocol TCP/IP (home) nama kartu jaringan > Klik Properties.
8. Pada tab Ip Address : Specify an IP address.
9. IP Adress : 192.168.0.2
10. Subnet Masknya : 255.255.255.0
11. DNS configuration: Enable DNS.
12. Host : Gateway
13. DNS Server Search Order : 192.168.0.1
14. Domain Suffix Search Order : 192.168.0.1
15. Klik tab Gateway: New gateway : 192.168.0.1
16. Klik tab WINS Configuration: Enable : 192.168.0.1
17. Klik tab Binding: Beri tanda check mark pada Client for Microsoft Networks dan File and prnter sharing for microsoft network.
18. Klik OK, dan OK sekali lagi.
19. Restart.
20. Selesai

SETTING WINDOWS 98 SEBAGAI CLIENT
1. Klik kanan My Network Places > Klik Properties.
2. Klik tab Indentification.
3. Computer name : PC3
4. Workgroup : MCSH_LAB
5. Klik Tab Configuration.
6. Klik File and Print Sharing
7. Beri tanda check mark pada: I want to be able to give others access to my files dan I want to be able to allow others to print to my printer(s).
8. OK.
9. Pilih Internet Protocol TCP/IP (home) nama kartu jaringan > Klik Properties.
10. Pada tab Ip Address : Specify an IP address.
11. IP Adress : 192.168.0.3
12. Subnet Masknya : 255.255.255.0
13. DNS configuration: Enable DNS.
14. Host : Gateway
15. DNS Server Search Order : 192.168.0.1
16. Domain Suffix Search Order : 192.168.0.1
17. Klik tab Gateway: New gateway : 192.168.0.1
18. Klik tab WINS Configuration: Enable : 192.168.0.1
19. Klik tab Binding: Beri tanda check mark pada Client for Microsoft Networks, File and prnter sharing for microsoft network dan Microsoft Family Logon.
20. Klik OK, dan OK sekali lagi.
21. Restart.
22. Selesai

Catatan: Semua Setting diatas pakai Internet Protocol Version 4(TCP/Ipv4), Lihat Gambar dibawah Ini:


URUTAN-URUTAN KABEL UTP (Straight Untuk LAN)
1. Putih Orang
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat

URUTAN-URUTAN KABEL UTP (Cross Untuk PC TO PC)
Ujung Kabel UTP : A
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat

Ujung Kabel UTP : B
1. Putih Hijau
2. Hijau
3. Putih Orange
4. Biru
5. Putih Biru
6. Orange
7. Putih Coklat
8. Coklat

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross) hanya 4 buah kabel saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada nomor 1,2,3 dan 6.